Netralitas Jurnalis Masa Politik Dipertanyakan

Jurnalis

Menghadapi Tahun politik media masa di seluruh Indonesia mengalami godaan yang sangat besar dalam menjaga netralitas dan independensi demi menjaga kebenaran informasi dalam wujud profesionalisme.

Media masa dan politik memang tidak dapat di pisahkan, media masa dapat menjadi wadah dalam mengobral figur politik dalam rangka dapat menjangkau seluruh kalangan masyarakat dengan memampang seluruh elektabilitas calon , track record dan pencapaian hidup.

Tapi media masa juga dapat menjadi 2 belah mata pisau, kendati demikian terkadang pada masa politik ini juga selain mengobral , media masa juga menjadi power untuk menjatuhkan calon-calon tertentu, yaitu dengan memberikan informasi keburukan dari calon tersebut.

Dengan segala potensi yang tersedia dari media masa, dalam menaikan dan menjatuhkan sosok figur calon, di sinilah menjadi ajang pertaruhan independensi media masa itu sendiri, banyak benturan kepentingan kekuasaan dan ekonomi yang membuat independensi media masa menjadi rusak.

Padahal media masa memiliki tanggung jawab penuh dalam menjaga nilai jurnalisme yang netral, akurat secara fakta, dan independensi, lalu nilai-nilai tersebut harus tetap di jaga walaupun di tengah kepentingan ekonomi perusahaan media dalam menghadapi godaan dari pengejaran kekuasaan.

Dalam menghadapi tahun politik terkadang media masa seolah terpetak-petakan membela kubu-kubu tertentu, sampai mau mati-matian membela salah satu kandidat dan menyerang kandidat lainya. Fenomena seperti ini sangat di sayangkan karena dari sinilah dapat lahir berita-berita sampah, seperti menyerang sisi negatif kandidat, hiperbola dalam mengobral calon, mengaduk gosip politik dan lain sebagainya.

Padahal media masa harus berdiri di tengah-tengah masyarakat, ia tidak memihak pada embel-embel manapun, posisinya berada di tengah-tengah, agar dapat menyampaikan informasi yang relevan berdasarkan data dan fakta lalu teruji secara kebenarannya, bahasa sederhananya media masa harus bersikap netral .

Jangan sampai media masa di jadikan oligopoli demi kepentingan pribdii, dengan perbuatan menajamkan dikotomi di tengah masyarakat dan mendapatkan kehilangan kepercayaan publik, lalu akibatnya masyarakat yang menjadi korbannya mereka akan terpecah belah.

Mengacu pada Dewan Pers, dalam Surat Edaran No 01/SE-DP/I/2018 tentang Posisi Media dan Imparsialitas Wartawan dalam Pemilu, seharusnya media masa berfungsi sebagai pengawas dan pemantau dalam perhelatan pemilu dan bukan sebagai pejuang kepentingan pribadi.

Jelas bahwa dalam aturan tersebut bahwa menekankan jurnalis untuk bersikap netral dalam menyampaikan informasi seputar politik dan tidak boleh memihak ke salah satu calon tertentu, menjadi media yang mengkawal dalam memperjuangkan demokrasi, kerena media masa sangat berperan penting dalam mewujudkan politik yang sehat, keberadaan informasi pemberitaannya sangat di butuhkan dalam menyampaikan kebenaran.

Mari hapuskan budaya suap menyuap dalam rangka memberi informasi kepentingan pribadi golongan tertentu, jangan sampai sebuah informasi menjadi komoditas dagang yang dengan mudah untuk di perjual belikan, sangat tidak layak sebuah media masa di setir oleh pihak yang berkuasa, karena terlalu berorientasi dengan uang.

Jadilah jurnalis yang profesional, memberikan sebuah informasi yang valid dan berdasarkan fakta-fakta yang telah teruji secara kebenarannya, ini merupakan tantangan bagi seorang jurnalis itu sendiri, menyampaikan sebuah berita secara faktual, karena hari ini Indonesia sedang membutuhkan jurnalis yang tinggi kebebasan pers tanpa ada intervensi dari pihak manapun.

Hadirkan sebuah informasi pemberitaan yang dapat mencerahkan di tengah-tengah masyarakat kita, dengan demikian sebuah media masa dapat memenuhi tanggung jawab fungsinya secara keseluruhan, memang tidaklah mudah dalam menjalankan hal ini pasti ada beberapa pihak yang akan tidak setuju.

Maka dari pada itu sedari sekarang kita mulai untuk mewujudkan menjadi jurnalis yang jujur dalam menyampaikan sebuah informasi berdasarkan fakta-fakta valid dan mempertahankan independensi informasi yang akan kita sampaikan, dengan demikian diharapkan masyarakat akan mendapatkan sebuah informasi yang dapat menjadi pencerah pikiran dan menjauhkan perpecahan di tengah-tengah masyarakat kita.

Diharapkan media masa dapat hadir sebagai penunjuk arah kebenaran di tengah-tengah dilema politik saat ini, menjadi pintu informasi yang jujur dalam menyampaikan kebenaran, dari hal tersebut di harapkan dapat menjadi revolusi politik yang sehat bagi Indonesia.

 

Tulisan ini Oleh : Danu Abian Latif – Founder Sekolah Kita Menulis (SKM) Cabang Langsa

Slide Up
x
adbanner