Perlukah Kaderisasi Organisasi di Kampus bagi Mahasiswa?

Kaderisasi Organisasi

Kaderisasi merupakan proses kegiatan untuk mencetak kader yang dapat menjalankan tanggungjawab dan melaksanakan tugas-tugas yang ada di dalam organisasi. Kader organisasi bertujuan untuk melanjutkan kepemimpinan dan kepengurusan dalam berorganisasi. Jika ditanya penting atau tidaknya, maka jawabannya adalah penting.

Mungkin kebanyakan mahasiswa akan kontra terhadap jawaban itu, karena sebagian mahasiswa melihat bahwa organisasi sebagai faktor utama penghambat proses perkuliahan, dan akan berdampak kepada penyelesaian kuliah yang lama.

 

Kaderisasi Organisasi

Mengapa sebagian mahasiswa mengatakan bahwa kaderisasi organisasi menjadi salah satu penghambat studi? jawabannya pasti karena sebagian mahasiswa yang dikaderisasi lalai dengan tugas kuliahnya, skripsinya yang berdampak kepada lama tamatnya. Di Indonesia, sebagian mahasiswa memandang tamat 4 tahun menjadi sebuah penghargaan untuk diri sendiri dan diapresisasi oleh orang lain. Mahasiswa yang tamatnya lebih dari 4 tahun, maka akan dianggap tidak berkompeten.

Lantas, apabila ada mahasiswa yang lebih dari 4 tahun selesai itu disebabkan oleh kaderisasi organisasinya? maka jawabannya salah mahasiswanya, bukan kaderisasi organisasinya. Saya rasa semua kaderisasi bertujuan ke hal-hal baik, mengarah kepada kemajuan baik dari kompetensi diri baik dari kedisiplinan, tanggungjawab dan dapat menyelesaikan sebuah permasalahan berlandaskan pengetahuan, ketrampilan dan sikap kerja.

Tetapi, ada juga kader yang tidak menerapkan unsur-unsur tersebut? baik dari kedisiplinan, tanggungjawab dan lalai dalam tugas kuliah, apakah itu masih dikatakan bahwa kaderisasi di organisasi masih bagus untuk mahasiswa? Jawabannya, organisasi ini jika di analogikan seperti mata pisau, kaderisasi ini sebagai pengasahnya agar mata pisau itu selalu tajam. Peran mahasiswa disini, sebagai aktornya atau pengguna mata pisau itu. Bagaimana pola pikir mahasiswa untuk menggunakan mata pisau tersebut, jika ke hal buruk maka buruklah hasilnya. Namun, jika digunakan untuk hal yang baik hasilnya juga baik.

Organisasi ini adalah alat yang kamu butuhkan untuk menggali kompetensi diri. Berbicara soal lama studi tidak selalu dikarenakan organisasi, banyak faktor lain walaupun sebagian oknum yang tidak bertanggungjawab membuat organisasi menjadi buruk. Contohnya, selama berpatisipasi di dalam organisasi tidak menyelesaikan kewajibannya sebagai mahasiswa. Berbicara kewajiban ini sudah ditentukan oleh kampus seperti menyelesaikan mata kuliah, praktek lapangan, laporan dan lainnya.

Kader organisasi juga harus menunjukkan bahwa hal yang merujuk kepada kewajiban harus diselesaikan. Walaupun sifatnya berbeda seperti di masa sekolah dulu, lebih fleksibel dalam menentukan dan mengambil keputusan di perkuliahan. Saya tidak mengatakan bahwa semua tugas yang diberikan oleh kampus harus diikuti, karena mahasiswa sudah bisa memilih dan disitu bentuk kebebasannya.

Organisasi juga sebuah pilihan, mahasiswa bisa memilih ataupun tidak. Tidak ada kewajiban untuk mengikuti organisasi secara tertulis di kampus, kembali kepada mahasiswa yang menganggap organisasi itu kredibel atau tidak.

Masuk di tahap strata satu atau menuju S1 memanglah tidak muda, akan banyak pilihan yang menanti dan membuat mahasiswa kebingungan dalam memutuskan. Mahasiswa akan dihadapkan dengan pilihan masuk organisasi atau tidak, ikut penelitian dosen, berpatisipasi dalam program magang, menjadi asisten dosen, ikut lomba di tingkat kampus yang levelnya nasional maupun internasional, semua pilihan itu akan dihadapi oleh mahasiswa salah satunya organisasi. Itulah kenapa saya katakan organisasi ini adalah sebuah pilihan.

Justifikasi di dalam keputusan mahasiswa lain tidaklah baik. Setiap mahasiswa berhak memilih dan memutuskan. Ikut organisasi atau tidak bukanlah sebuah masalah, yang menjadi masalah adalah menilai mahasiswa lama tamat dikarenakan organisasi dan menjustifikasi bahwa organisasi adalah pilihan yang buruk. Dengan catatan, mahasiswa harus bertanggungjawab dengan pilihannya. Jadilah mahasiswa yang sudah di kaderisasi atau jadilah kader yang bertanggungjawab atas kewajibannya.

Pesan saya untuk kader organisasi, tetaplah lanjutkan kaderisasi di kampus. Asalkan kalian ingat yang menjadi kewajiban kalian, harus kalian selesaikan. Time Keeper itu penting, bagaimana cara kalian memanajemen waktu, dan juga pengembangan diri baik dari peningkatan kompetensi, memperkuat landasan seperti pengetahuan dan juga ketrampilan.

Manifestasi diri untuk kebaikan tidak dapat dinilai dengan nominal, mungkin hasilnya bukan sekarang tetapi Tuhan akan membalas itu. Percayalah, sesuatu perbuatan yang baik akan melahirkan hal hal baik juga. Tetap menjadi kaderisasi organisasi yang menjalankan kewajiban dan berguna untuk banyak orang.

 

Tulisan ini oleh: Rohit Rahmadani dari Sekolah Kita Menulis (Cabang Langsa)

Slide Up
x
adbanner